Penertiban Pajak Tempat Hiburan di Madiun
Makin menjamurnya tempat hiburan di kota madiun tercinta ini membuat pemerintah harus menertibkan para pemilik usaha ini. Banyak para pengusaha tempat hiburan yang belum mengirimkan informasi wajib pajaknya kepada pemerintah daerah kota madiun. Seperti dalam berita jawapos radar madiun berikut :
Tertibkan Pajak Tempat Hiburan
MADIUN – Perkembangan tempat hiburan di Kota Madiun dalam kurun setahun terakhir cukup pesat. Pemkot akhirnya berencana menertibkan pungutan pajak terhadap pemilik kafe, tempat nyanyi dan hiburan itu. ”Akan kami tertibkan, dalam artian mengetahui spesifikasi dan kualifikasi dari tempat hiburan yang ada,” ujar Sekda Maidi, kemarin (27/3).Dikatakan, Pemkot Madiun kini sudah melakukan inventarisir data-data semua tempat hiburan yang ada. Selanjutnya, dari data yang sudah ada itu akan dikaji dan dibicarakan untuk menentukan pengelompokan atau klasifikasi. Menjamurnya tempat hiburan itu diharapkan membawa multiplier effect atau nilai tambah bagi Kota Madiun. Khususnya, peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah). ”Sudah berjalan iventarisirnya, nanti bisa tahu apakah tempat itu etok-etokan atau tenanan,” jelas Maidi.
Setelah ada kajian, imbuh Maidi, akan diberlakukan aturan sesuai pengelompokan jenis usaha hiburan. Pria asli Magetan ini menambahkan, aturan yang bakal diberlakukan itu berhubungan dengan pengenaan pajak guna mendongkrak PAD. Maidi tak membantah, jika sementara ini PAD dari sektor hiburan belum optimal. Pokok permasalahannya, penarikan pajak tempat hiburan belum terinventarisir dengan baik. ”Tahun ini kita tata yang baik. Kafe atau tempat nyanyi ini cukup membawa multiplier effect sehingga tidak kita matikan tapi dibina yang baik,”jelasnya.
Namun, lanjut Maidi, apabila terus melanggar aturan maka Pemkot Madiun akan mengambil tindakan tegas untuk melakukan penutupan. Seperti tempat hiburan yang menjual minuman keras tanpa izin dan dijadikan tempat mabuk-mabukan. ”Ini berkaitan dengan hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, serta mempertahankan makna dari tempat hiburan. Kalau tempat nyanyi, ya dibuat nyanyi jangan untuk pesta miras,”jelasnya.
Maidi menambahkan, Kota Madiun yang terus berkembang dari sisi ekonomi dan pembangunan praktis diikuti dari penambahan sarana hiburan. Data yang didapatkan Radar Madiun dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), pajak hiburan dibagi menjadi 10 jenis. Meliputi, jenis tontotan atau film, kesenian, diskotek yang juga termasuk tempat karaoke, biliar, permainan ketangkasan, pusat kebugaran, olahraga, persewaan video dan kaset, serta kolam renang.
Dispenda menargetkan plafon pendapatan dari sektor pajak hiburan di tahun ini sebesar 188 juta. Jumlah itu bertambah lebih besar dari pendapatan di tahun 2009, yakni Rp 115 juta. Sampai saat ini ada sejumlah tempat hiburan di Kota Madiun ditengarai belum mendaftarkan Nomor Pajak Wajib Daerah (NPWD). (ota/hw)
Nah gimana ? banyak kan tempat hiburan di kota madiun
. Mari berkunjung ke kota madiun
Toko Online Tempat Beli Kaos, Jaket, Tas dan Dompet Produk Distro Dengan Harga Murah
Jika anda warga kota madiun ingin mencoba produk distro yang berbeda, dengan kualitas terbaik dan harga murah anda bisa melakukan pemesanan mulai dari Kaos Cowok, Kaos Cewek, Jaket Cowok, Jaket Cewek, Tas Cowok, Tas Cewek, Dompet Cewek dan Dompet Cowok di Shopping.BayuMukti.Com. Dapatkan produk-produk terbaik hanya disana
. Dijamin barang yang anda dari toko online tersebut tidak mengecewakan dan bisa dipertanggung jawabkan. Karena hanya disitu Toko Baju dan Tas Online dengan harga murah.
Lowongan Kerja di Dealer resmi Yamaha di Kota Ngawi
Dealer resmi yamaha butuh 1 marketing ekskutif Pria/Wanita minimal pend. smu usia maksimal 30 tahun. Punya sim c dan speda motor. orangnya aktif dan komonikatif. Untuk posisi sales counter dan admin dibutuhkan 2 wanita lulusan SMU maksimal usia 25 tahun mengerti komputer dan penampilan menarik. Kirim Lamaran ke Solo Motor JL. Ahmad yani no 97 Ngawi.
Lowongan Kerja Di hotel Berbintang
Dicari Beberapa Pria/Wanita umur maksimal adalah 30 tahun, single, penampilan menarik untuk magang langsung di hotel berbintang. Daftar langsung di Hotel Merak Indah no 04 Madiun. No telpon 7621616 atau di no hp 081259728865.
Lowongan Kerja di Madiun Sangat Sedikit dibandingkan Pencari Kerja
Madiun (beritajatim.com)-Meski jumlah pencari kerja di Kota Madiun menurun pada dua tahun terkahir, tetapi lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan maupun instansi masih sangat minim.
Sekretaris Disnakertrans Kota Madiun, Agus Titiek, Kamis (22/10) mengatakan pada tahun 2008 hanya terdapat 1.606 lowongan pekerjaan dengan jumlah pencari kerja 4.915 jiwa. Sedangkan pencari kerja yang berhasil ditempatkan pada tahun 2008 baru sebanyak 1.377 jiwa.
“Sisanya gagal karena ketrampilan dan pendidikan tidak sesuai dengan lowongan yang ada. Untuk data tahun 2007, jumlah pencari kerja di Kota Madiun mencapai 5.941 jiwa,” ujar Agus Titiek.
Sementara untuk tahun 2009, data pencari kerja dengan melihat volume permintaan kartu kuning tetap mengalami peningkatan. Kenaikan ini dilihat dari bulan dimana pemerintah setempat membuka lowongan kerja untuk formasi pegawai negeri sipil (PNS).
Menurut Agus Tutiek, pembuatan AK-1 sendiri bisa dipakai sebagai data jumlah pencaker, meskipun tidak semua pencaker adalah pengangguran. Jumlah pencaker di Kota Madiun pada tahun 2009 hingga bulan September telah mencapai 1.383 jiwa.
Saat ini, setiap harinya Disnakertrans Kota Madiun melayani pembuatan kartu kuning hingga mecapai 115 kartu. Padahal, pada hari biasa sebelum ada informasi penerimaan CPNS, hanya melayani pembuatan sebanyak 25 kartu saja.
“Peningkatan pembuatan kartu kuning tersebut didominasi oleh pencari kerja (pencaker) dengan pendidikan terakhir sarjana atau strata satu. Para pencaker sarjana tersebut kebanyakan dari perguruan tinggi atau anggota masyarakat yang telah lama lulus maupun baru saja lulus di tahun ini,” kata Agus Tutiek.[rin/ted]
Source : BeritaJatim.com
Kakek 70 tahun Mencabuli Seorang Siswi SD
Karena ditolak istri saat mengajak persetubuhan, kakek-kakek umur 70 tahun nekat mencabuli seorang siswi SD.
KABUPATEN- Maniran, 80, warga Dusun Bulusoban, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, kakek yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap gadis di bawah umur, Bunga (bukan nama sebenarnya,red), 7, masih sulit dimintai keterangan. Maklum, dia sudah sangat tua. Sehingga suaranya tidak jelas dan terkadang ingatannya juga tidak sempurna. Karena itu, petugas harus bersabar dalam memeriksanya. Namun dalam pemeriksaan awal, Maniran hanya meraba gadis cilik itu, tidak sampai berbuat mesum.
Kanit PPA Polres Kediri, Iptu Suyadi, menjelaskan pihaknya masih harus melakukan pemeriksaan lagi terhadap Maniran, walaupun sudah ada pemeriksaan awal dari Polsek Pare. Hasil pemeriksaan sementara, Maniran tidak sempat berhubungan badan dengan korban. “Dia hanya berbuat cabul dengan meraba dan memegangi korban,” beber perwira dengan dua strip di pundak tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Maniran yang tidak mempunyai anak itu tiga kali melakukan perbuatan cabul terhadap Bunga di rumahnya, saat Bunga bermain di rumah Maniran usai pulang sekolah. Maniran juga mengaku beberapa kali dia minta berhubungan dengan istrinya, namun selalu ditolak. “Karena istrinya juga sudah tua,” lanjutnya.
Karena itu, Maniran melampiaskannya pada Bunga. Kebetulan, saat itu istrinya sedang bekerja di sawah dan Bunga bermain ke rumahnya.
Menurut Maniran, dia sebenarnya tidak ada niat melakukan perbuatan tersebut. Saat kejadian, Bunga telanjang di depannya kemudian Maniran mencoba mencabulinya. Maniran mengaku sempat mencoba menyetubuhi Bunga. Namun sudah tidak bisa berdiri. Sehingga dia hanya menggerayangi tubuhnya.
Perbuatan Maniran itu terbongkar setelah Bunga mengaku kepada orangtuanya bahwa dia telah dicabuli Maniran. (dp/im)
Source : JawaPos Radar Kediri
Lagi-Lagi Longsor Didaerah Ponorogo
Tiga Rumah Rusak Diterjang Longsor
PONOROGO – Bencana tanah longsor kembali menerjang wilayah Ponorogo. Kali ini di Dusun Kranggan, Desa Jurug, Kecamatan Sooko. Tiga rumah warga rusak tertimbun tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, hanya kerugian materiil ditaksir jutaan rupiah. ”Saat hujan deras tiba-tiba tanah di belakang rumah longsor,” terang Misnun, 40, warga setempat kemarin (11/3).
Tiga rumah yang rusak itu milik Misnun, Setat dan Warjo. Longsoran merusakkan dinding bagian bnelakang rumah mereka. Meski hanya dapur, warga mengaku waswas akan adanya longsoran susulan. ”Melihat kondisinya seperti itu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi longsor susulan,” kata Misnun.
Hingga kemarin siang, material longsoran belum dibersihkan. Menurut Setat sengaja dibiarkan. Sebab kalau dibersihkan mereka khawatir tanah diatasnya ikut ambrol. Jika itu terjadi, maka rumah mereka akan hancur. ”Serba repot, dibersihkan rawan longsor tidak dibersihkan tanah masuk ke rumah,” keluhnya.
Jika malam hari turun hujan, Setat mengaku seluruh anggota keluarganya tak bisa tidur. Mereka berjaga di belakang rumah mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. ”Pokoknya kalau hujan jelas tidak bisa tidur dan selalu waswas,” pungkasnya.
Hal tersebut dibenarkan Dasuki, kepala dusun setempat. Menurutnya, letak tiga rumah warga itu memang sangat rawan longsor. Sebab di balik gundukan tanah perbukitan yang curam. Selain itu, tanah di belakang rumah mereka merupakan tanah bercampur padas yang tidak bisa menyerap air. ”Kami sudah melaporkan hal itu ke camat untuk dimintakan bantuan pembuatan talud,” katanya.
Menurut Dasuki, tak hanya rumah ketiga warga itu yang rawan longsor. Jalan menuju Dusun Kranggan juga rawan longsor. Bahkan sudah berulang kali tertimbun longsoran. ”Kalau hujan deras, jalan tertimbun longsoran dan akses jalan tertutup,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya berharap pemkab turun tangan mengatasi persoalan itu. Yakni dengan membangun talud dan saluran air. Sehingga ancaman longsor bisa dicegah.(dhy/sad)
Source : JawaPos Radar Madiun
Usai Olahraga Siswa di Ngawi Tewas Tenggelam
NGAWI – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMPN 2 Paron. Ini setelah Eri Riyanto (13), salah satu siswanya, tewas tenggelam di dam sungai Desa Teguhan Paron usai berolahraga. Dugaan sementara, pelajar kelas VII itu mengalami kram.
Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tragis itu terjadi pukul sekitar 08.30. Saat itu, murid kelas VII A sedang asyik berolahraga. Mereka didampingi guru olahraga sekolah setempat Riska Sugara. Untuk meningkatkan stamina siswa, Riska menganjurkan anak didiknya lari sepanjang 4 kilometer.
Merasa banyak keringat menempel di badan, para siswa dengan inisiatif sendiri mandi di dam sungai Desa Teguhan, yang jaraknya satu kilometer dari sekolah. Riska pun tak dapat menolak permintaan anak didiknya itu. ”Sebenarnya sudah saya wanti-wanti yang bisa berenang saja yang boleh mandi,” ungkap Riska.
Karena permintaannya dikabulkan, para siswa langsung menceburkan diri ke dam yang kedalamannya mencapai dua meter itu. Awalnya, Eri hanya berada di pinggir. Namun, tiba-tiba korban ke tengah. Tak lama kemudian, tangan korban menggapai-gapai minta pertolongan.
Prabu Sadewo, salah satu rekannya yang berada di dekatnya, sempat melakukan pertolongan dengan cara menarik tangan korban ke permukaan. Namun, karena berat, genggaman akhirnya lepas. Setelah itu, korban tidak tampak lagi. ”Sudah saya tarik, tapi malah saya yang ikut ketarik,” ujar Prabu Sadewo.
Mengetahui peristiwa itu, Riska dan warga langsung melakukan pencarian. Lima menit kemudian tubuh korban berhasil ditemukan, namun kondisinya sudak kritis. Akhirnya, korban dibawa ke puskesmas setempat. Sayang, hanya beberapa menit menjalani perawatan, nyawa korban tidak tertolong.
Kapolsek Paron AKP Jumadi mendampingi Kapolres Ngawi AKPB Budi Sajidin membenarkan tewasnya salah satu pelajar SMPN 2 Paron yang tenggelam di dam sungai Teguhan itu. Pihaknya terus mengumpulkan data-data otentik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. ”Ya masih menunggu hasil visum et revertum di RSUD Soeroto. Setelah itu baru jelas penyebab kematiannya,” ucap Jumadi kepada wartawan. (dip/isd)
Source : JawaPos Radar Madiun
