LOWONGAN Kerja UNTUK SECURITY / SATPAM BAGI LULUSAN SD, SMP, STM, SMA, SMK, SMEA, TERBARU
GOLDEN MILENIUM SECURITY, Bergerak di bidang jasa Pengamanan, yang bekerja sama dengan Mall, Hotel, Apartement, Bank, Rumah Sakit dan gedung perkantoran yang ada di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok dan Tanggerang.
KETENTUAN YANG BERLAKU :
01. Pengalaman kerja Satpam / Security tidak di Utamakan.
02. Setelah dinyatakan lulus seleksi oleh Kami, maka calon anggota Satpam / Security langsung mengikuti pelatihan selama 1(satu) minggu dan langsung penempatan kerja.
03. Selama pelatihan di sediakan Mess (tempat tinggal).
04. Gaji yang akan diperoleh per bulan setelah bekerja adalah UMR DKI + Lemburan.
05. Biaya administrasi sebesar Rp. 500.000 (dipotong dari gaji setelah bekerja).
06. Biaya baju seragam, atribut Satpam / Security, pelatihan dan piagam sebesar Rp. 1.500.000 (dibayarkan di muka pada saat seleksi dengan mendapatkan tanda terima penerimaan kerja, uang akan di kembalikan saat itu juga apabila dalam ujian dinyatakan tidak lulus seleksi penerimaan anggota Satpam / Security).
PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI :
01. Jenis kelamin Pria / Wanita.
02. Membuat surat lamaran kerja beserta daftar riwayat hidup.
03. Melampirkan Ijasah foto Copy (setelah bekerja yang asli di lampirkan).
04. Pas Foto berwarna 4 X 6 sebanyak 4 lembar.
05. Foto Copy KTP sebanyak 4 lembar.
06. Foto Copy Surat Keterangan Kelakuan Baik dari kantor Polisi.
07. Surat Keterangan Sehat dari Dokter / Puskesmas yang asli.
08. Tinggi badan Pria 170 Cm, Wanita 160 Cm.
09. Umur Maksimal Pria 38 Th, Wanita 25 Th.
10. Meterai sebanyak 3 Buah.
APABILA SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN
TERPENUHI DI JAMIN LANGSUNG BEKERJA
Lamaran Dapat Di kirimkan
Melalui Pos ke :
GOLDEN MILENIUM SECURITY
Gedung Plasa Lippo (CIMB Niaga) Lt. 5
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta – 12920
Atau Lamaran Dapat Di kirimkan
Melalui Email ke :
(arie_golden@yahoo.com)
Untuk Informasi
Hubungi Sdr. Arie
Telp : (021) 32228536
HP : 0855-1029572
0813-17926502
(Mohon Maaf Kami Tidak Melayani SMS / Missed Calls)
Perkosa Seorang Gadis, Seorang Buruh di Pacitan dicekal
Bejat benar kelakuan dari seorang buruh di pacitan yang tega memperkosa seorang anak gadis berusia 17 tahun hanya karena rumah tangganya yang kurang harmonis. Sedikit kutipan berita dari Radar Madiun Jawa Pos mengenai berita pemerkosaan gadis umur 17 tahun.
PACITAN – Gara-gara kehidupan rumah tangganya kurang harmonis, SK, 34, tega mencabuli RS, 17, gadis remaja, warga lingkungan Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. Atas perbuatan bejatnya, kini warga Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, harus meringkuk di tahanan.
Kapolres Pacitan AKBP Wahyono dikonfirmasi melalui Kapolsekta Pacitan AKP Sardjono mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi 17 Januari lalu. Saat itu, sekitar pukul 15.30, kedua orang tua korban baru saja pulang dari kerja. Namun mereka curiga setelah mendapati RS bertingkah tak wajar dan berbeda dari hari-hari biasa.
Korban hari itu tampak murung dan lebih pendiam. Setelah ditanya, ternyata korban baru saja diperlakukan tidak senonoh oleh SK. Mendengar keterangan tersebut, keduanya terkejut dan langsung melaporkannya ke Mapolsekta Pacitan. Tak berapa lama kemudian, petugas berhasil meringkus tersangka. Di depan petugas, tersangka mengaku melakukan perbuatan melanggar hukum karena kondisi keluarganya tidak harmonis. Sebab, sang istri diduga selingkuh dengan pria idaman lain (PIL).
Lebih lanjut Sardjono menjelaskan, sebenarnya antara keluarga korban dan tersangka sudah kenal baik. Tersangka yang berprofesi sebagai buruh pencari kayu kerap mampir ke rumah korban. Namun, kedatangannya ternyata tidak sebatas singgah. Melihat ada kesempatan, tersangka kemudian merayu korban untuk melayani nafsu bejatnya. ”Korban sempat dirayu akan diberi uang Rp 20 ribu, namun menolak.”
Karena ditolak, tersangka lantas memeluk erat korban. Korban yang kalah kuat semakin tidak berdaya sehingga dengan leluasa tersangka menggerayangi bagian tubuh korban. Atas perbuatannya itu, tersangka diancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak. ”Hukumannya diatas lima tahun,” pungkas Sardjono.
Sumber : JawaPos Radar Madiun
Pasien Demam Berdarah Bertambah Banyak di Kab. Magetan
Diberitakan di JawaPos pada hari ini bahwa pasien demam berdarah di kabupaten Magetan terus bertambah jumlahnya dan membludak. Berikut ini adalah kutipan berita yang saya ambil dari Jawa Pos :
MAGETAN – Musim pancaroba, masyarakat Magetan harus mewaspadai demam berdarah (DB). Sejak awal tahun 2010, terjadi peningkatan penderita DB. Baik yang dirawat di RSUD dr Sayiddiman maupun di puskesmas.
”Bulan Januari sampai dengan Februari memang masa-masa rawan DB. Sejak awal bulan, ada tren meningkat. Masyarakat harus waspada,” kata Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes), Suwarno, kemarin (1/2).
Diperkirakan, bulan Februari adalah masa yang rawan terkait dengan penyebaran penyakit DB. Itulah sebabnya, dia meminta agar masyarakat yang memiliki keluarga sakit demam untuk segera dibawa ke puskesmas maupun dokter terdekat. ”Ciri DB itu suhu badan tinggi dan sulit untuk turun. Penderita biasanya gelisah. Kalau sudah seperti ini, tolong segera ke dokter atau puskesmas,” kata Suwarno.
Pantauan koran ini, penderita DB di RSUD dr Sayiddiman membeludak. Di ruang Irna IV misalnya, siang kemarin ada sedikitnya 20 pasien. Beberapa di antaranya dirawat di lorong lantaran keterbatasan ruang.
”Sudah tiga hari ini terpaksa menginap di lorong. Tidak nyaman memang, tapi mau bagaimana lagi, karena ruang perawatan penuh,” kata Suyati, warga Kecamatan Parang yang menunggui anaknya, Fitri sambil lesehan di lorong rumah sakit.
Menurut dia, putrinya yang baru kelas IV SD tersebut tiga hari lalu panas tinggi. Meski sudah diminumi obat, namun suhu badan tetap tinggi. ”Lalu saya bawa ke sini. Sekarang sudah mendingan,” terang perempuan berusia 40 tahunan tersebut.
Meningkatnya pasien DB juga dikatakan Sri Hartati, warga Baron, Kecamatan Magetan Kota, yang menunggui balitanya. Sejak masuk rumah sakit hari Jumat lalu, Sri mengaku tiap hari ada pasien masuk lantaran menderita DB seperti yang diderita Nasikin, anaknya yang baru berusia 11 bulan. ”Anak saya kondisinya sudah membaik. Suhu badan normal, dan mungkin siang nanti (kemarin siang, Red) sudah bisa pulang,” terang ibu muda tersebut.
Menurut Direktur RSUD dr Sayiddiman, dr Kunpratistio, sejak awal bulan Januari, memang ada tren peningkatan pasien DB yang dirawat di rumah sakit. ”Makanya, ruang perawatan penuh. Belum lagi pasien DB di puskesmas,” jelas Kun.
Sumber : Jawa Pos Radar Madiun
